Sistem akuisisi UMKM untuk FINATRA

Peta prioritas akuisisi untuk tim lapangan FINATRA.

FinaReach memetakan usaha produktif di setiap wilayah kerja, menyaring calon yang layak dikunjungi, dan menyusun urutan kunjungan untuk tiap cabang, agar volume akuisisi naik dari jumlah tim yang sama. Keputusan kredit tetap sepenuhnya di proses FINATRA.

Skor prioritas
Prioritas 1
Prioritas 2
Prioritas 3
Prioritas 4
Prioritas 5
Cipaganti61 · Prioritas 2
Kontribusi faktor
Kepadatan UMKM (POI)1,00
Indeks ekonomi (proxy)0,40
Kedekatan cabang FIF0,14

Kenapa ini dibangun

Di lapangan, semua calon terlihat sama. Jumlahnya berlebih dan tidak ada urutan, sehingga tim memilih berdasarkan kebiasaan atau tebakan.

Pangsa pasar FINATRA di pembiayaan beragunan masih di bawah 0,5%, padahal calon yang layak ada di hampir setiap kelurahan.

Tujuan
Volume akuisisi naik
Indikator
Leads yang berkualitas
Konsekuensi
Biaya akuisisi turun

Tahapannya jelas: leads menjadi order, order menjadi booking. Sistem ini bekerja memperbesar kemungkinan di tahap pertama.

Alur kerjanya, dari peta sampai serah terima.

FinaReach menyaring calon di hulu. Keputusan kredit sepenuhnya tetap di proses FINATRA.

01

Peta membaca wilayah

Setiap kelurahan dinilai dari data publik: kepadatan usaha, kondisi ekonomi, jarak ke cabang, kepadatan pesaing.

02

Calon disaring dan diurutkan

Pesaing dan waralaba keluar dari daftar. Sisanya diberi skor kelayakan untuk menentukan siapa yang didahulukan.

03

Tugas turun ke sales

Kepala cabang menugaskan dari daftar teratas. Sales berangkat membawa nama, alamat, dan alasan skornya.

04

Hasil kunjungan kembali ke sistem

Setiap laporan tercatat. Calon yang lolos diteruskan ke proses kredit FINATRA, dan hasil kunjungan menjadi bahan kalibrasi skor.

Dua lapis skor, satu urutan kunjungan.

Skor wilayah menjawab zona mana yang didahulukan. Skor usaha menjawab siapa yang dikunjungi lebih dulu.

Skor wilayah

· per kelurahan
  • Kepadatan usaha produktif
    dari pemetaan OpenStreetMap
  • Kondisi ekonomi wilayah
    dari statistik BPS
  • Jarak jalan ke cabang terdekat
    dihitung lewat jaringan jalan, per meter
  • Kepadatan pesaing pembiayaan
    dari pemetaan lembaga keuangan di wilayah yang sama

Skor usaha

· per calon
  • Kecocokan sektor dengan pembiayaan produktif
    dari klasifikasi jenis usaha
  • Skor lokasi tempat usaha berdiri
    diturunkan dari skor wilayahnya
  • Kesiapan kontak & kunjungan
    dari kelengkapan jam buka, telepon, dan situs
  • Penalti risiko agunan
    data bahaya InaRISK BNPB, sebagai penyaring awal sebelum appraisal. Appraisal tetap proses FINATRA.

Bobot tiap faktor dikalibrasi dari hasil kunjungan di lapangan.

Siap menerima data internal

Kolom untuk data internal FINATRA sudah disiapkan sejak awal. Saat datanya dibuka, riwayat pembayaran, jejak transaksi, dan sumber lead internal masuk ke skor tanpa mengubah arsitektur, mengikuti ketentuan pelindungan data pribadi.

Satu sistem, tiga peran.

Kantor pusat melihat prioritas nasional. Kepala cabang melihat wilayahnya. Sales melihat daftar kunjungan hari ini.

Peta prioritas FinaReach dengan skor per kelurahan
Peta prioritas untuk kantor pusat
Daftar lead FinaReach dengan skor kelayakan
Daftar lead dan skor untuk kepala cabang
Tampilan HP survei sales FinaReach
Survei lapangan untuk sales

Berangkat dari temuan di jalan.

Di Bojongsoang, tidak jauh dari cabang FINATRA, sebuah usaha rental berekspansi memakai pinjaman online. Pemiliknya layak dan sedang bertumbuh, hanya belum pernah didatangi. Calon seperti inilah yang sistem angkat ke urutan atas.

Foto lapangan menyusul

Angkanya dari simulasi, dan asumsinya kami tulis.

Setiap angka di bawah bisa diperiksa: dari data yang sistem pegang, atau dari sumber yang kami sebut.

±50%

titik usaha tersaring sebelum kunjungan pertama

2-7%

konversi kanvasing tanpa data, benchmark Harvard Business Review

Kalkulator

biaya per booking, dengan asumsi yang bisa diubah sendiri

Batasan yang kami tahu

Kami tulis di sini alih-alih menyembunyikannya.

  • Skor bersifat relatif: dibandingkan antar wilayah yang sedang dimuat, bukan nilai mutlak. Menambah kota menggeser skala.
  • Penalti risiko tidak pernah nol: indeks risiko agunan berkisar 0,257-0,899; setiap wilayah kena potongan, besar-kecil.
  • Indeks ekonomi menunggu data granular: baru 16 dari 413 wilayah terisi rinci; sisanya diisi nilai median sementara.
  • Jarak sisi sales masih garis lurus: estimasi rute memakai jarak lurus (faktor jalan 1,0), belum jarak jalan sebenarnya.
  • Sinyal internal masih simulasi: data internal FIF di demo berlabel simulasi; skema kolomnya identik untuk data asli.

Kami mengusulkannya sebagai pilot: satu cabang, satu periode, urutan kunjungan mengikuti skor secara disiplin. Hasil pilot yang menentukan apakah sistem ini layak diperluas.

Sistemnya sudah berjalan dan bisa diperiksa langsung.

Masuk ke petaLive · dimasz.cloud
FinaReach· 2026